Cipt: Rhoma Irama
Dipopulerkan oleh: Rhoma Irama & Soneta
Kutulis surat ini untuk kau
Orang yang paling kucintai
Wahai jelitaku tabahkan hatimu
Kala membaca suratku ini
Dengan hati hancur kunyatakan jua
Bahwa cinta kita sampai disini
Tabahkan hatimu
Bukan karena salahmu
Bukan karena dosamu
Bukan pula karena kau tak setia
Tapi kumenyadari kelemahan diri
Yang tak mampu membuat kau bahagia
Bila air mata dapat kutuliskan
Takkan kupakai tinta untuk kau baca
Di surat terakhir
Senin, 30 November 2009
Surat Terakhir
Label:
cinta,
dangdut,
hati,
hati hancur,
hatimu,
ingkar janji,
janji,
jelitaku,
melayu,
membaca,
Rhoma Irama,
sampai di sini,
Soneta,
suratku,
tabahkan,
tak setia,
tak sudi
| Reaksi: |
Kata Pujangga
Cipt: Rhoma Irama/Shankar Jaikishan
Dipopulerkan oleh: Rhoma Irama & Soneta
Hidup tanpa cinta
Bagai taman tak berbunga
Hai begitulah kata para pujangga
Aduhai begitulah kata para pujangga
Taman suram tanpa bunga
Ada yang dicinta giat bekerja
Entah apa entah siapa
Karena cinta jiwa gairah
Tanpa cinta hiduppun hampa
Ternyata amat utama adanya cinta
Hai begitulah kata para pujangga
Aduhai begitulah kata para pujangga
Tapi jangan cinta buta
Soal cinta soal kita
Cinta kebutuhan manusia
Siapa saja memerlukannya
Karena cinta punya daya
Ternyata amat utama adanya cinta
Hai begitulah kata para pujangga
Aduhai begitulah kata para pujangga
Dipopulerkan oleh: Rhoma Irama & Soneta
Hidup tanpa cinta
Bagai taman tak berbunga
Hai begitulah kata para pujangga
Aduhai begitulah kata para pujangga
Taman suram tanpa bunga
Ada yang dicinta giat bekerja
Entah apa entah siapa
Karena cinta jiwa gairah
Tanpa cinta hiduppun hampa
Ternyata amat utama adanya cinta
Hai begitulah kata para pujangga
Aduhai begitulah kata para pujangga
Tapi jangan cinta buta
Soal cinta soal kita
Cinta kebutuhan manusia
Siapa saja memerlukannya
Karena cinta punya daya
Ternyata amat utama adanya cinta
Hai begitulah kata para pujangga
Aduhai begitulah kata para pujangga
Label:
cinta,
dangdut,
gairah,
hidup hampa,
Hidup tanpa cinta,
kata pujangga,
melayu,
Rhoma Irama,
Soneta,
tak berbunga,
taman
| Reaksi: |
Murni Sejati
Cipt: Rhoma Irama
Dipopulerkan oleh: Rhoma Irama & Soneta
Hanya kasih dan sayang
Nan murni demi kemanusiaan
Pasti abadi dalam jiwa
Takkan sirna selamanya
Banyak orang mengira cintanya tak berubah
Banyak orang yang mengira
Banyak orang bermimpi cintanya kan abadi
Banyak orang yang bermimpi
Padahal cinta manusia kan ada batasnya
Pasti kan ada batasnya
Tapi kasih dan sayang itulah yang abadi
Kasih yang murni sejati
Rayu cinta memang menggila
Pada awal kisah asmara
Sejuta kata sejuta rasa
Menghiasi permulaan cinta
Segalanya dalam dunia terasa indah
Seakan hidup tak pernah ada masalah
Oooh begitu cinta membutakan
dan membuat orang lari dari kenyataan
Tapi kasih dan sayang itulah yang abadi
Kasih yang murni sejati
Kadar cinta bisa berubah
Sejalan dengan perjalanan masa
Bahkan cinta bisa berganti
Berganti dengan perasaan benci
Karena berbagai janji tak ditepati
Karena dikhianati dan disakiti
Oooh begitulah pekanya cinta
terhadap segala perilaku manusia
Tapi kasih dan sayang itulah yang abadi
Kasih yang murni sejati
Dipopulerkan oleh: Rhoma Irama & Soneta
Hanya kasih dan sayang
Nan murni demi kemanusiaan
Pasti abadi dalam jiwa
Takkan sirna selamanya
Banyak orang mengira cintanya tak berubah
Banyak orang yang mengira
Banyak orang bermimpi cintanya kan abadi
Banyak orang yang bermimpi
Padahal cinta manusia kan ada batasnya
Pasti kan ada batasnya
Tapi kasih dan sayang itulah yang abadi
Kasih yang murni sejati
Rayu cinta memang menggila
Pada awal kisah asmara
Sejuta kata sejuta rasa
Menghiasi permulaan cinta
Segalanya dalam dunia terasa indah
Seakan hidup tak pernah ada masalah
Oooh begitu cinta membutakan
dan membuat orang lari dari kenyataan
Tapi kasih dan sayang itulah yang abadi
Kasih yang murni sejati
Kadar cinta bisa berubah
Sejalan dengan perjalanan masa
Bahkan cinta bisa berganti
Berganti dengan perasaan benci
Karena berbagai janji tak ditepati
Karena dikhianati dan disakiti
Oooh begitulah pekanya cinta
terhadap segala perilaku manusia
Tapi kasih dan sayang itulah yang abadi
Kasih yang murni sejati
Jumat, 06 November 2009
Maharani
Cipt: A. Effendy
(dipopulerkan oleh Muchsin Alatas)
Maharani cantik ayu
Membuat hatiku jadi tergoda... Padamu
Siang dan malam selalu kurindu
Hooo... Maharani senyumanmu
Bagaikan delima sedang merekah
Aduhai... Rasa tak tahan
Aku memandangmu
Pandang matamu...
Penuh pesona
Bentuk tubuhmu...
Mengundang rasa
Membuat aku... Jadi tergoda
Hooo... Maharani
Siang malam engkau selalu
Menjelma menggoda dalam mimpiku
Kurindu... Rasa tak kuasa
Berpisah denganmu
Maharani cantik ayu
Membuat hatiku jadi tergoda
Padamu
Siang dan malam selalu kurindu
(dipopulerkan oleh Muchsin Alatas)
Maharani cantik ayu
Membuat hatiku jadi tergoda... Padamu
Siang dan malam selalu kurindu
Hooo... Maharani senyumanmu
Bagaikan delima sedang merekah
Aduhai... Rasa tak tahan
Aku memandangmu
Pandang matamu...
Penuh pesona
Bentuk tubuhmu...
Mengundang rasa
Membuat aku... Jadi tergoda
Hooo... Maharani
Siang malam engkau selalu
Menjelma menggoda dalam mimpiku
Kurindu... Rasa tak kuasa
Berpisah denganmu
Maharani cantik ayu
Membuat hatiku jadi tergoda
Padamu
Siang dan malam selalu kurindu
Label:
ayu,
berpisah,
cantik,
delima,
kurindu,
Maharani,
malam,
menggoda,
mengundang rasa,
menjelma,
merekah,
mimpiku,
pandang matamu,
pesona,
senyumanmu,
siang,
tergoda,
tubuhmu
| Reaksi: |
Kamis, 05 November 2009
Bersemilah
Cipt: M. Haris
(dipopulerkan oleh Muchsin Alatas)
Bersemilah... Bersemilah
Bersemilah di tubuhku
Walau cinta yang kedua
Menjadi lembaran baru
Sepuluh tahun membeku
Rasa dingin bagai salju
Tak gairah mencicipi
Merasakan nikmat cinta
Yang dulu mati membeku
Kini hidup bergelora
Dulu ku mengutuk cinta
Cinta yang pertama
Akibat khianat cinta
Hidupku susah
Betapa kejam deritanya
Bila mengingatnya
Hancur luluh badanku
Termakan di jiwa
Dari hari ke hari
Hidupku merana
Bersemilah... Bersemilah
Bersemilah di tubuhku
Kau penolong jiwa raga
Walau kau cinta kedua
Betapa hidupku rugi
Bila hati beku mati
Nikmat cinta tak kumiliki
Aduhai betapa rugi
Sebagai insan biasa
Nikmat hidup punya cinta
(dipopulerkan oleh Muchsin Alatas)
Bersemilah... Bersemilah
Bersemilah di tubuhku
Walau cinta yang kedua
Menjadi lembaran baru
Sepuluh tahun membeku
Rasa dingin bagai salju
Tak gairah mencicipi
Merasakan nikmat cinta
Yang dulu mati membeku
Kini hidup bergelora
Dulu ku mengutuk cinta
Cinta yang pertama
Akibat khianat cinta
Hidupku susah
Betapa kejam deritanya
Bila mengingatnya
Hancur luluh badanku
Termakan di jiwa
Dari hari ke hari
Hidupku merana
Bersemilah... Bersemilah
Bersemilah di tubuhku
Kau penolong jiwa raga
Walau kau cinta kedua
Betapa hidupku rugi
Bila hati beku mati
Nikmat cinta tak kumiliki
Aduhai betapa rugi
Sebagai insan biasa
Nikmat hidup punya cinta
Label:
beku,
bersemilah,
cinta,
dingin,
ditubuhku,
gairah,
hati,
kedua,
lembaran baru,
mati,
membeku,
mencicipi,
merasakan,
nikmat,
rugi,
salju
| Reaksi: |
Nurlela
Cipt: Leo Waldy
(dipopulerkan oleh Muchsin Alatas)
Aku tak perduli
kau milik siapa
Apakah ku berdosa
bila menyintaimu
Oh... Nurlela........
Seandainya hari ini
Kudapatkan cintamu
Tak ingin aku lepaskan
Sampai memutih rambutku
Karena menyinta
Bukanlah dosa
Aku berjanji
Dalam hati kecilku
Aku bersumpah
Bukan di bibir saja
Nurlela percayalah
Nurlela sayang
Aku tak perduli
kau milik siapa
Apakah ku berdosa
bila menyintaimu
Oh... Nurlela......
Seandainya hari ini
Kudapatkan cintamu
Tak ingin aku lepaskan
Sampai memutih rambutku
Karena menyinta
Bukanlah dosa
(dipopulerkan oleh Muchsin Alatas)
Aku tak perduli
kau milik siapa
Apakah ku berdosa
bila menyintaimu
Oh... Nurlela........
Seandainya hari ini
Kudapatkan cintamu
Tak ingin aku lepaskan
Sampai memutih rambutku
Karena menyinta
Bukanlah dosa
Aku berjanji
Dalam hati kecilku
Aku bersumpah
Bukan di bibir saja
Nurlela percayalah
Nurlela sayang
Aku tak perduli
kau milik siapa
Apakah ku berdosa
bila menyintaimu
Oh... Nurlela......
Seandainya hari ini
Kudapatkan cintamu
Tak ingin aku lepaskan
Sampai memutih rambutku
Karena menyinta
Bukanlah dosa
Label:
aku tak perduli,
berdosa,
berjanji,
bersumpa,
bibir,
bukanlah dosa,
cintamu,
dalam hati,
hati,
kudapatkan,
lepaskan,
memutih,
menyinta,
menyintaimu,
milik siapa,
nurlela,
percayalah,
rambutku,
sayang
| Reaksi: |
Langganan:
Entri (Atom)

